Lamaran Pekerjaan Kekinian


Mungkin saking desperate kalo udah lulus sekolah / udah wisuda ternyata kamu ga kunjung juga dapat kerjaan... Mungkin ada yang salah dari membuat lamaran pekerjaan?
Karena Background saya kreatif dan teknologi, selama dapat kerjaan ga terlalu mementingkan ijasah. Tapi bukan berarti Pendidikan dilupakan karena ada beberapa masih memasuki ke dalam proses penilaian.

Melamar pekerjaan itu seperti mengetuk pintu ingin bertamu dan ‘menumpang’ di rumah tersebut, maka itu penting bagi kita untuk berpenampilan yang rapi, sopan, dan memperlihatkan apa yang bisa kita kontribusikan bagi si pemilik rumah.
Apa saja sih yang perlu kita lakukan agar email lamaran pekerjaan kita bisa setidaknya dilirik oleh si pencari pekerja? Sebenarnya yang perlu kita lakukan cuma repot sedikit. Bener deh, karena untuk membuat email lamaran pekerjaan yang sopan tidak sulit sama sekali, cukup mau repot sedikit, nah sekarang repot sedikitnya seperti apa?

Oke, gw share tips & triknya

1. Nama Email
Pastikan nama email kamu sewajarnya nama email. Buktikan sekredibel dari awal.
Jangan seperti ini ferdisayangraisa@gmail.com karena bagian HRD sebuah perusahaan ga membutuhkan apakah kamu fans artis top atau kamu itu sayang sama pacar kamu. justru bisa jadi email yang kamu kirim malah masuk kotak spam atau parahnya langsung trash bin.
Cukup ferdyfeisal@gmail.com atau langsung kasih informasi posisi yang kamu incar seperti ferdy.publicrelation@gmail.com 
Jika kamu dah bekerja dan mau ngelamar ke perusahaan lain. PASTIKAN JANGAN GUNAKAN EMAIL KANTOR LAMA.

2. Subject Email 
Penting bagi kita mengisi Subject email dengan tulisan yang normal, tidak besar kecil, tidak dengan angka yang tidak pada tempatnya apalagi KOSONG. APALAGI CUMA KATA "HAI" *oke santai-santai*
Kenapa harus diisi? Karena percayalah jumlah pengangguran di Indonesia tahun 2016 kemarin saja mencapai 7.02 juta. Kebayang dari jumlah tersebut, kamu yang melamar untuk suatu posisi tertentu di tempat tertentu. Apalagi kalau kamu melamar ke perusahaan gede plus pas kirim email subjectnya ga jelas, siap-siap aja email itu dibuang sebelum dibuka.

Cara mengisi Subject Email pun ada tipsnya,  jangan mengisi subject email dengan nama doang, nama dan nim (Dikira tugas dari kuliah), Atau diisi Subject.. ITU EMANG SUBJECT NGAPA DIISI SUBJECT LAGI!!!


Isilah subject email dengan nama-nama seperti, “Job Application – Vania Margonoharto” atau “Lamaran Pekerjaan – Asep Kiasep” atau “Lamaran Pekerjaan – Asisten Laboratorium” atau mungkin “[HRD-Programmer] Job Application” jika memang sudah tahu mau ditujukan ke mana surat elektronik lamaran pekerjaan tersebut. Niscaya surat elektronik tersebut akan lebih besar peluang dibaca oleh bagian HRD perusahaan yang kamu incar.


3. Body Email
Setelah subject jangan langsung attachment data terus kirim. JANGAN! Itu ga sopan sis, bro, gan!
Ibarat gini deh Subject itu pintu rumah, Body Email itu perkenalan diri , Attachment itu barang yang ingin kamu jual. Klo Body email kamu kosong  jadi begini ceritanya :
Kamu ngetok pintu, pintu dibuka, kamu langsung gelar dagangan kamu langsung depan pintu. Ga sopan banget kan!
Nah untuk itu biasakan selalu mengisi body email kamu dengan maksud tujuan kamu kirim email. dengan memberikan cover letter. Isilah bagian body email lamaran pekerjaan dengan sopan. Tulis tujuan email kamu ke siapa, beritahu juga kamu siapa dan tujuan kamu mengirim email itu apa, enggak perlu kamu curhat kamu adalah anak ketiga yang disayang kedua orang tuamu atau isinya ngemis-ngemis supaya diterima kerja (jangan tunjukan minus kamu) pokoknya cukup beritahu secara singkat identitas dan tujuan kamu.
Pastikan tidak typo.. Typo adalah minus

4. Isi Cover letter
Hal pertama yang dibaca HRD bukan CV, tapi cover letter. jadi jangan sampai body email kamu kosong. Karena cover letter ini adalah sarana employer menilai apakah kamu layak dipertimbangkan atau nggak.
Kalo kamu kirim email melamar kerjaan tapi body email kosong, artinya kamu udah gagal menarik perhatian. jangan pernah jadiin cover letter sebagai attachment. JANGAN PERNAH.
Cover letter adalah jualan pertama kamu. Kalo di sini kamu udah gagal paham dan malah simpan di attachment, ya dadah babay.
Dipoin ini, HRD  akan menilai Apakah penyampaiannya bagus? Bisakah dia menyampaikan maksud dan tujuannya melamar di perusahaan dengan jelas, baik, dan menarik?
Jelaskan secara singkat kamu siapa dan kenapa calon employer harus mempertimbangkan kamu sebagai karyawan. SELL YOURSELF. mau pakai bahasa inggris? boleh banget. nilai tambah malah. tapi, pastikan grammarnya oke. minta temen baca, atau liat di internet.

Lalu desain surat lamarannya sendiri. Apakah menarik? Apakah up to date atau masih menggunakan template dari 30 tahunan yang lalu?

Contoh Cover letter : TheGuardian.com



5. Attachment atau Lampiran
Lampirankan dokumen tambahan yang ditambahkan ke dokumen utama. Lampiran itu tambahan, pelengkap, penjelas, jadi sebaiknya singkat namun bisa mencakup kebutuhan informasi yang diperlukan pembaca / pencari pekerja.
Ga perlu ngelampirin CV yang isinya terlalu banyak/ lengkap. Pliss ga perlu lengkap banget sampai masukin pengalaman  juara voli di kampus, atau juara joget tomat pas 17-an. Memang pengalaman jadi pertimbangan penting namun kalo semua dicantumin percayalah enggak akan dibaca. HRD itu bukan divisi yang selow kerjaannya, yang diurus banyak, sebaiknya lampiran dibuat singkat, cukup lampirkan cover letter yang memperjelas apa yang sudah kamu sebutkan di body email dan CV yang memuat riwayat hidupmu SECARA SINGKAT.

Cukup cantumkan pengalaman yang relevan dengan pekerjaan yang akan diincar,. ga perlu menyeluruh,  akan lebih baik dijelaskan pas interview nanti ada bahan omongan. Kita jadi bisa menjelaskan job deskripsi pekerjaan dan perusahaan yang akan kamu lamar dari perspektif kamu, dan apa saja yang akan kamu lakukan sebagai kontribusi bagi perusahaan. Jadi sebelum interview kamu lakukan research tentang posisi dan perusahaan yang akan kamu lamar.
Dan tunjukkan diri kamu dengan nyata pas interview  yaitu jelaskan hobi dan pengalaman organisasi. Its Show The Real you!

Lalu untuk lampiran-lampiran sebaiknya dibuat dalam versi PDF, karena memudahkan si pembaca untuk langsung melihat dan susunannya tidak akan berubah-ubah lagi.

Untuk pembuatan CV biar lebih kreatif, Mungkin ini tips yang sangat berguna. Buka aja http://www.canva.com bisa membuat CV secara online di sana.
Tapi klo kamu bisa bikin layout di photoshop, yah pake Photoshop dan ini contoh CV Keren : cvparade.com

Jika lampiran kamu banyak banget, tolong di-ZIP jangan gunakan RAR karena enggak semua gunakan RAR dan alangkah baiknya nama file ZIP-nya nama yang normal. Sebaiknya juga ukuran lampiran jangan lebih dari 2MB, karena itu standar ukuran attachment jika kamu apply via website.


6. Penutup
Yak, setelah semua dilakukan, Email lamaran kamu pasti jadi jauh lebih baik, sopan, berkilau di antara yang lain dan terlihat lebih menarik dari pelamar lain. Tentu jangan lupa setelah ada pembuka email tentu ada penutupnya dong...  Tutuplah dengan salam yang cocok untuk lamaran pekerjaan. Contohnya :

“Jika Bapak/Ibu menginginkan informasi lebih lanjut bisa menghubungi saya di +62 xxx xxx xxxx. Terima kasih atas perhatiannya.
Salam hormat,

Ferdyansah Feisal”


Atau

“Thank you for your attention and would like to hear from you soon.
Warm regards,

Ferdyansah Feisal”

Pentingkah? Penting banget. Ibaratkan bertamu, udah masuk ke dalam rumah eh pulangnya ngeloyor aja , kan enggak sopan. Jadi, jadilah generasi yang sopan, generasi yang mengenal instan tapi tidak menjadikan hal tersebut acuan kehidupan.

Oke segitu saja Good luck!






0 comments:

Post a Comment

 

BANNER

Topik Lain

Lamaran Pekerjaan Kekinian

Mungkin saking desperate kalo udah lulus sekolah / udah wisuda ternyata kamu ga kunjung juga dapat kerjaan... Mungkin ada yang salah d...

Timeline